Waktu menunjukkan pukul 5.00 sore, tapi matahari melotot seperti jam 2
siang membuat mata saya yang habis bangun tidur ini tidak sanggup melihat
jelas. Spontan tangan kanan saya melakukan tugas dadakan yaitu menutupi silau matahari
agar mata saya bisa melihat dengan baik. Cring… sepertinya silau matahari itu
ada maksud tuhan menunjukkan kekuasaanya kepadad saya. Benar, ada mahluk
berjenis kelamin wanita yang saya fikir itu artis cantik Bianca Liza yang
akhir-akhir ini sering saya bicarakan dengan teman-teman di forum online, ternyata si cantik ini hanya
mirip saja.
Bianca Liza adalah artis cantik yang saya idam-idamkan sekarang ini,
akhir-akhir ini dia merubah penampilan dengan rambut pendeknya dan itu membuat
saya semakin tergila-gila dengannya. Apalagi tadi malam dia ada di acara ILK
(Indonesia Lawak klub) yang tampil
sangat cantik, membuat mimpi saya pada malam itu dipenuhi dirinya berlarian tak
karuan.
Tepatnya di halte setiabudi dekat Taman Bakrie wanita berbaju lengan pendek
bercorak garis horizontal bewarna hitam dan putih itu berdiri. Bergegas saya
melangkah menaiki jembatan penyebrangan agar saya bisa melihatnya lebih dekat,
toh tujuan saya adalah Gold Gym dimana tempat saya membuang lemak-lemak
membandel dalam tubuh besar ini. Dengan nafas terengap-engap dan kaki sedikit
ngilu akhirnya sampailah tangga turun halte penyebrangan, eitss…. Tidak mau
moment ini berakhir terlalu cepat, saya sengaja memelankan langkah yang tadinya
5 km/jam menjadi 2 km/jam, seperti slow
effect dalam film-film action. Mata ini pun tidak mau seper 5 detik pun berkedip, tak peduli lalat, tawon
seliweran didepan mata yang sedang melotot ini.
Setelah langkah saya semakin dekat dengan wanita cantik itu, saya disambut
dengan parfum wangi yang membuat mata saya tiba-tiba memejam dan hidung saya
bekerja dengan sangat baik mengikuti arah wangi parfum itu, seperti dalam
iklan-iklan parfum di televisi. Tidak puas dengan waktu yang singkat saya mulai
mengeluarkan jurus andalan dengan mengulur-ulur waktu agar bisa lebih lama
menikmati kecantikan wanita berambut pendek itu.
Saya berpura-pura ingat ada barang ketinggalan kemudian sambil memriksa tas
saya mengeluarkan HP untuk pura-pura menelpon ke rumah kost. Jurus itu sudah
biasa saya keluarkan terutama saat-saat genting seperti ini, tapi… penyakit
lama yang sampai sekarang belum sembuh adalah grogi yang membuat jantung saya
seolah-olah dikejar maling dengan berdetak sangat kencang mungkin hampir mirip
dengan tempo drum yang dimainkan grup band Netral.
Setelah cukup waktu untuk menenagkan jantung ini dengan cara menghirup
nafas dalam-dalam, saya berniat membuka pembicaraan untuk berkenalan, ternyata
hari itu bukan hari keberuntungan saya,
tiba-tiba taxi Blue Bird berhenti dan wanita itu melangkah masuk kedalam taxi
dan pergi. Kecewa tapi bahagia itu yang saya rasakan, tapi setidaknya wanita
cantik itu sudah membuat saya semangat, sehingga saya sanggup membakar 500 calories di tempat fitnes pada sore itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar