Kamis, 16 Oktober 2014

Wanita Cantik di Tepi Jalan

Waktu menunjukkan pukul 5.00 sore, tapi matahari melotot seperti jam 2 siang membuat mata saya yang habis bangun tidur ini tidak sanggup melihat jelas. Spontan tangan kanan saya melakukan tugas dadakan yaitu menutupi silau matahari agar mata saya bisa melihat dengan baik. Cring… sepertinya silau matahari itu ada maksud tuhan menunjukkan kekuasaanya kepadad saya. Benar, ada mahluk berjenis kelamin wanita yang saya fikir itu artis cantik Bianca Liza yang akhir-akhir ini sering saya bicarakan dengan teman-teman di forum online, ternyata si cantik ini hanya mirip saja.

Bianca Liza adalah artis cantik yang saya idam-idamkan sekarang ini, akhir-akhir ini dia merubah penampilan dengan rambut pendeknya dan itu membuat saya semakin tergila-gila dengannya. Apalagi tadi malam dia ada di acara ILK (Indonesia Lawak klub)  yang tampil sangat cantik, membuat mimpi saya pada malam itu dipenuhi dirinya berlarian tak karuan.

Tepatnya di halte setiabudi dekat Taman Bakrie wanita berbaju lengan pendek bercorak garis horizontal bewarna hitam dan putih itu berdiri. Bergegas saya melangkah menaiki jembatan penyebrangan agar saya bisa melihatnya lebih dekat, toh tujuan saya adalah Gold Gym dimana tempat saya membuang lemak-lemak membandel dalam tubuh besar ini. Dengan nafas terengap-engap dan kaki sedikit ngilu akhirnya sampailah tangga turun halte penyebrangan, eitss…. Tidak mau moment ini berakhir terlalu cepat, saya sengaja memelankan langkah yang tadinya 5 km/jam menjadi 2 km/jam, seperti slow effect dalam film-film action. Mata ini pun tidak mau seper 5 detik pun berkedip, tak peduli lalat, tawon seliweran didepan mata yang sedang melotot ini.

Setelah langkah saya semakin dekat dengan wanita cantik itu, saya disambut dengan parfum wangi yang membuat mata saya tiba-tiba memejam dan hidung saya bekerja dengan sangat baik mengikuti arah wangi parfum itu, seperti dalam iklan-iklan parfum di televisi. Tidak puas dengan waktu yang singkat saya mulai mengeluarkan jurus andalan dengan mengulur-ulur waktu agar bisa lebih lama menikmati kecantikan wanita berambut pendek itu.

Saya berpura-pura ingat ada barang ketinggalan kemudian sambil memriksa tas saya mengeluarkan HP untuk pura-pura menelpon ke rumah kost. Jurus itu sudah biasa saya keluarkan terutama saat-saat genting seperti ini, tapi… penyakit lama yang sampai sekarang belum sembuh adalah grogi yang membuat jantung saya seolah-olah dikejar maling dengan berdetak sangat kencang mungkin hampir mirip dengan tempo drum yang dimainkan grup band Netral.


Setelah cukup waktu untuk menenagkan jantung ini dengan cara menghirup nafas dalam-dalam, saya berniat membuka pembicaraan untuk berkenalan, ternyata hari  itu bukan hari keberuntungan saya, tiba-tiba taxi Blue Bird berhenti dan wanita itu melangkah masuk kedalam taxi dan pergi. Kecewa tapi bahagia itu yang saya rasakan, tapi setidaknya wanita cantik itu sudah membuat saya semangat, sehingga saya sanggup membakar 500 calories di tempat fitnes pada sore itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar